Apa Itu Nomor Kontainer? Cara Membaca Kode dan Marking pada Shipping Container

artikela

1️⃣ Container Number (Nomor Kontainer)
Contoh: ADNU 123456 0
Nomor ini adalah identitas unik kontainer yang terdiri dari:
4 huruf awal → Kode pemilik kontainer (Owner Code)
6 angka berikutnya → Nomor seri kontainer
0 angka terakhir → Digit cek (check digit) untuk validasi sistem
Nomor ini digunakan dalam:
Dokumen BL (Bill of Lading)
PIB/PEB
Tracking pengiriman
Sistem CEISA
2️⃣ Size and Type Code (Kode Ukuran dan Tipe)
Kode ini menunjukkan:
Panjang kontainer (20 ft / 40 ft)
Tipe kontainer (GP, HC, Reefer, dll)
Contoh:
22G1 → 20 feet General Purpose
45G1 → 40 feet High Cube
3️⃣ Maximum Gross Weight (Berat Kotor Maksimum)
Adalah berat maksimum total kontainer + isi muatan yang diperbolehkan.
4️⃣ Tare Weight (Berat Kosong)
Berat kontainer dalam kondisi kosong tanpa muatan.
5️⃣ Maximum Payload Capacity
Berat maksimum barang yang boleh dimasukkan ke dalam kontainer.
Rumus sederhana:
Payload = Maximum Gross – Tare
6️⃣ Cubic Capacity (Kapasitas Kubikasi)
Menunjukkan volume ruang dalam kontainer (dalam m³ atau cubic feet).
Ini penting untuk:
Perhitungan stuffing barang
Perhitungan freight berdasarkan volume
7️⃣ Classification Society Mark
Tanda dari lembaga klasifikasi yang menyatakan kontainer memenuhi standar keselamatan internasional.
8️⃣ Owner’s Logo (Logo Pemilik)
Logo perusahaan pemilik kontainer.
9️⃣ Manufacturer’s Logo
Logo pabrik pembuat kontainer.
🔟 Combined Data Plate
Plat data resmi yang berisi:
Informasi teknis
Nomor sertifikasi
Standar keselamatan
Biasanya berkaitan dengan:
CSC Plate (Convention for Safe Containers)
1️⃣1️⃣ Repair Recommendation
Tanda inspeksi atau rekomendasi perbaikan kontainer.
1️⃣2️⃣ Height Warning
Peringatan tinggi kontainer (terutama untuk High Cube).
Biasanya tertulis:
HIGH CONTAINER / HIGH CUBE
Untuk mencegah kecelakaan saat melewati jembatan rendah.
1️⃣3️⃣ Eco-Friendly Label
Menunjukkan kontainer menggunakan material ramah lingkungan (jika ada).